Tren HP Android 2026, RAM 12 GB Langka, RAM 4 GB Populer Lagi
Kompasjakarta.com – Tren smartphone Android di tahun 2026 menunjukkan perubahan signifikan terkait kapasitas RAM. Ponsel dengan RAM 12 GB yang beberapa tahun lalu menjadi incaran para penggemar teknologi kini semakin sulit ditemui di pasaran. Sementara itu, HP Android dengan RAM 4 GB justru kembali populer, menjadi pilihan favorit bagi pengguna yang mengutamakan pemakaian sehari-hari dan efisiensi biaya.
RAM 12 GB Semakin Langka
Beberapa tahun terakhir, smartphone kelas atas berlomba menawarkan kapasitas RAM besar, hingga 12 GB atau lebih, untuk mendukung multitasking, gaming, dan aplikasi berat. Namun, di 2026, tren ini mulai bergeser. Penjualan HP dengan RAM 12 GB menurun drastis, seiring berubahnya kebutuhan konsumen yang kini lebih mengutamakan efisiensi daya dan harga terjangkau.
“RAM besar tetap ada di pasaran, tapi ketersediaannya terbatas dan harganya cenderung tinggi. Konsumen mulai sadar bahwa untuk pemakaian sehari-hari, RAM 12 GB sering kali tidak terlalu dibutuhkan,” kata Irwan Setiawan, analis gadget dari TeknoTren Indonesia.
Selain itu, produsen ponsel pun menyesuaikan strategi produksi. Banyak merek fokus memproduksi model mid-range dengan RAM 4–6 GB karena permintaan lebih tinggi dan biaya produksi lebih rendah, memungkinkan harga jual tetap kompetitif di pasar.
RAM 4 GB Kembali Populer
Di sisi lain, HP Android dengan RAM 4 GB kembali diminati, terutama oleh pengguna yang menggunakan ponsel untuk aplikasi sehari-hari seperti media sosial, chatting, dan browsing. Popularitas RAM 4 GB meningkat karena kombinasi harga terjangkau, performa cukup, dan konsumsi baterai lebih hemat.
“Kami melihat lonjakan penjualan model RAM 4 GB hingga 40% dibanding tahun lalu. Konsumen lebih realistis, memilih ponsel yang sesuai kebutuhan mereka, bukan sekadar spesifikasi tinggi,” tambah Irwan.
Selain itu, optimisasi software Android versi terbaru membuat HP RAM 4 GB tetap mampu menjalankan aplikasi populer dengan lancar, sehingga pengguna tidak merasa tertinggal meski kapasitas RAM lebih kecil. Fitur seperti manajemen memori pintar, mode hemat daya, dan peningkatan performa prosesor semakin membuat RAM 4 GB cukup untuk kebutuhan umum.
Dampak pada Pasar dan Konsumen
Perubahan tren ini memengaruhi strategi produsen smartphone. Pabrikan besar mulai memproduksi seri mid-range dan entry-level dengan fokus pada efisiensi biaya dan pengalaman pengguna yang stabil, alih-alih mengejar spesifikasi ekstrim. Model flagship dengan RAM 12 GB tetap ada, namun jumlahnya terbatas dan target pasar lebih spesifik, seperti gamer berat atau profesional yang membutuhkan performa tinggi.
Bagi konsumen, tren ini menjadi keuntungan. Mereka dapat memilih HP dengan harga lebih ramah di kantong tanpa kehilangan kenyamanan pemakaian. Misalnya, ponsel RAM 4 GB dengan prosesor efisien kini mampu menjalankan media sosial, streaming video, dan aplikasi produktivitas dengan lancar, menjadikannya ideal untuk pengguna sehari-hari dan pelajar.
Prediksi Tren Ke Depan
Analis memprediksi tren ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. RAM besar tetap dibutuhkan, tapi tidak lagi menjadi standar utama untuk smartphone populer. Konsumen semakin selektif, menyesuaikan pilihan ponsel dengan kebutuhan nyata dan anggaran.
Selain itu, produsen smartphone juga diprediksi akan lebih fokus pada peningkatan efisiensi prosesor, kapasitas baterai, dan optimisasi software daripada sekadar menambah RAM. Dengan demikian, HP mid-range dengan RAM 4–6 GB akan tetap menjadi favorit pasar massal, sementara RAM 12 GB menjadi niche untuk segmen tertentu.
Tahun 2026 menandai perubahan signifikan dalam tren HP Android. RAM 12 GB semakin langka, khusus untuk pengguna dengan kebutuhan khusus, sedangkan RAM 4 GB kembali populer karena harga terjangkau, performa memadai, dan hemat daya. Bagi pengguna sehari-hari, tren ini memberikan opsi smartphone yang lebih efisien tanpa mengorbankan kenyamanan.
Dengan adaptasi konsumen dan produsen terhadap kebutuhan nyata, pasar smartphone Indonesia semakin dinamis, menyeimbangkan performa, harga, dan efisiensi, sehingga semua kalangan dapat menikmati teknologi sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
