Studi Ungkap Olahraga Rutin Bisa Membuat Usia Otak Lebih Muda
Kompasjakarta.com – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science menunjukkan bahwa olahraga rutin terutama aerobik dapat secara signifikan memperlambat penuaan otak dan bahkan memberikan manfaat seolah-olah otak tampak ‘lebih muda’. Penelitian ini menjadi bukti kuat bahwa rutinitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga sangat krusial bagi kesehatan otak dan fungsi kognitif secara keseluruhan.
Penelitian yang melibatkan ratusan orang dewasa tersebut menemukan bahwa peserta yang melakukan aerobik secara konsisten selama satu tahun menunjukkan hasil pemindaian MRI yang memperlihatkan otak mereka memiliki ‘usia biologis’ lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak meningkatkan aktivitas fisiknya. Efek ini tercatat meskipun bukan perubahan dramatis, tetapi dapat berdampak besar dalam jangka panjang, terutama jika dilakukan sejak usia paruh baya.
Studi lain juga menguatkan bahwa hanya dengan 12 minggu konsisten berolahraga, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan memori, pemrosesan kognitif, dan fungsi eksekutif seperti perencanaan dan pengambilan keputusan.
Mengapa Olahraga Membantu Otak Tetap Muda?
Para ahli menjelaskan bahwa olahraga berdampak positif pada otak melalui beberapa mekanisme termasuk peningkatan aliran darah, produksi zat neurotropik, serta pengurangan peradangan. Saat tubuh aktif bergerak, darah yang kaya oksigen dan nutrisi dipompa lebih baik ke seluruh tubuh termasuk ke otak, mendukung pertumbuhan sel otak baru (neurogenesis) dan memperkuat koneksi neuron.
Selain itu, olahraga dapat memicu pelepasan hormon dan protein seperti brain-derived neurotrophic factor (BDNF) sejenis ‘pupuk’ bagi otak yang mendukung pembentukan dan pemeliharaan sel saraf. Ini membantu memperkuat jaringan otak yang mengatur memori, perhatian, dan fungsi berpikir lainnya.
Lebih dari Sekadar Fisik, Manfaat untuk Kesehatan Mental
Tak hanya daya ingat dan kognisi saja yang ikut terdampak, olahraga rutin memiliki benefit besar bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik diyakini dapat mengurangi gejala stres, kecemasan, dan depresi dengan cara meningkatkan produksi endorfin zat kimia otak yang berperan dalam mood positif. Banyak studi kesehatan menyatakan bahwa orang yang aktif secara fisik cenderung memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik dibanding yang tidak aktif.
Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu menjaga volume otak di daerah yang berkaitan dengan fungsi kognitif penting, termasuk hippocampus, area yang memainkan peran besar dalam penyimpanan memori dan pembelajaran. Ini berarti, semakin aktif seseorang, semakin besar kemungkinan struktur otaknya tetap terjaga seiring bertambahnya usia.
Siapa Pun Bisa Mulai, Olahraga Tidak Harus Intens
Yang menarik, olahraga untuk mendukung otak tidak harus berat atau memakan waktu lama. Beragam bentuk aktivitas mulai dari jalan cepat, bersepeda, berenang, hingga tai chi dapat memberikan manfaat kognitif yang nyata ketika dilakukan secara teratur. Bahkan aktivitas ringan yang meningkatkan detak jantung secara konsisten dapat memicu proses positif di otak.
Riset lain menunjukkan bahwa bahkan aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki atau berlari ringan dapat meningkatkan kemampuan otak secara signifikan, setara memberi ‘usia otak lebih muda’ dalam beberapa skenario. Ini menunjukkan bahwa siapa pun, dari berbagai usia, bisa memulai gaya hidup aktif untuk mendapatkan manfaatnya.
Investasi Jangka Panjang untuk Otak Sehat
Temuan‑temuan ini memberikan pesan kuat, olahraga rutin bukan hanya investasi bagi kesehatan fisik, tetapi juga investasi penting bagi kesehatan otak dan mental di sepanjang hidup. Semakin dini seseorang menerapkan gaya hidup aktif, semakin besar potensi manfaat yang akan dirasakan seiring berjalannya waktu.
Dengan bukti ilmiah yang semakin kuat, mayoritas ahli kesehatan menyarankan agar orang dewasa memenuhi panduan aktivitas fisik minimal WHO seperti 150 menit olahraga aerobik moderat per minggu sebagai salah satu strategi utama menjaga kesehatan otak dan kualitas hidup secara keseluruhan.
