Relawan Kilang Pertamina Internasional Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang
Kompasjakarta.com – Aksi kepedulian kemanusiaan kembali dilakukan oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan mengirim tim relawan khusus untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa: relawan harus menembus medan berat dan wilayah yang terisolasi akibat dampak banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025.
Bencana alam yang melanda Aceh Tamiang telah mengguncang permukiman warga, merusak infrastruktur, dan memutus akses terhadap listrik serta jaringan komunikasi di beberapa titik. Akibatnya, banyak desa menjadi zona merah yang sulit dijangkau oleh tim bantuan dalam beberapa pekan pertama setelah kejadian.
Menurut keterangan dari Pjs Corporate Secretary KPI, Muttaqin Showwabi, tim relawan KPI melakukan perjalanan darat selama sekitar tiga jam untuk mencapai kawasan Aceh Tamiang yang terdampak. Medan perjalanan terbilang berat karena sebagian besar jalan masih tertutup lumpur dan material pascabanjir, membuat akses menuju desa-desa yang terisolasi menjadi sangat menantang.
“Saya melihat di sepanjang perjalanan bagaimana rumah-rumah rusak berat akibat diterjang banjir,” ujar Muttaqin, menggambarkan kondisi medan yang dilalui tim relawan sebelum mulai mendistribusikan bantuan.
Penyaluran bantuan relawan KPI berlangsung dalam kerjasama erat dengan Baituzakkah Pertamina (BAZMA) lembaga sosial yang berperan dalam mengumpulkan dan menyalurkan donasi. Donasi yang berhasil dihimpun dari pekerja KPI selama dua minggu pascabanjir mencapai lebih dari Rp340 juta, yang kemudian didistribusikan berdasarkan kebutuhan prioritas di lapangan.
Bantuan itu mencakup kebutuhan dasar seperti:
- Obat-obatan untuk lebih dari 350 warga,
- Perlengkapan mandi dan tidur untuk sekitar 400 orang,
- Peralatan kebersihan sebanyak 200 unit,
- 20 truk tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan air,
- 1 unit genset listrik untuk membantu warga yang tanpa aliran listrik,
- Perlengkapan ibadah bagi sekitar 100 penerima manfaat,
- dan mainan anak-anak untuk sekitar 100 anak yang terdampak.
Salah satu desa yang secara langsung menerima bantuan KPI adalah Dusun Pantai Tinjau di Kecamatan Sekerak wilayah yang dianggap salah satu yang paling parah terdampak dan sempat terisolasi sejak bencana melanda. Menurut warga setempat, keadaan sempat sangat sulit karena listrik terputus dan akses sangat terbatas.
Kepala Dusun Pantai Tinjau, Zulfahmi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang datang, terutama genset listrik yang disediakan KPI. Genset tersebut membantu warga mendapatkan kembali aliran listrik di tengah keterbatasan infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya.
“Alhamdulillah dengan bantuan ini kami bisa kembali menikmati listrik, meskipun kondisi masih banyak tantangan,” ujar Zulfahmi kepada tim KPI di lokasi.
Selain aksi di Aceh Tamiang, KPI juga menjalankan bantuan humaniter di beberapa wilayah lain yang terdampak bencana. Termasuk di antaranya Kota Sibolga di Sumatera Utara, dan koordinasi bantuan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebelumnya.
Komisaris Independen KPI, Prabunindya Revta Revolusi, yang turut serta dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa kehadiran relawan KPI bukan hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir.
“Kami datang bukan hanya sebagai relawan, tetapi juga sebagai saudara. Semoga kehadiran kami menjadi simbol solidaritas yang kuat kepada mereka yang tertimpa kemalangan,” ujar Prabunindya.
Aksi ini sekaligus menunjukkan komitmen KPI dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan bukan hanya dalam merespons keadaan darurat, tetapi juga dalam mendampingi masyarakat untuk pulih kembali. KPI berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga, mempercepat pemulihan pascabanjir, dan memperkuat rasa solidaritas sosial antara perusahaan dan masyarakat.
Misi kemanusiaan KPI di Aceh Tamiang bukan sekadar distribusi bantuan biasa. Tim relawan berhasil menembus wilayah terisolasi, membawa harapan dan dukungan nyata bagi warga yang tengah berjuang melalui masa pemulihan pascaben
