Februari 16, 2026

Sumber Terupdate untuk Pebisnis di Jakarta

Presiden Prabowo Minta Maaf Listrik Belum Nyala Merata di Aceh Tamiang

Presiden Prabowo Minta Maaf Listrik Belum Nyala Merata di Aceh Tamiang

Kompasjakarta.comPresiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf atas belum meratanya pasokan listrik di Kabupaten Aceh Tamiang. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungannya ke daerah tersebut, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat distribusi energi listrik bagi seluruh masyarakat.

1. Permintaan Maaf Presiden

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengakui bahwa masih ada kendala teknis dan logistik yang menyebabkan beberapa desa di Aceh Tamiang belum menikmati aliran listrik secara merata.

“Kami menyadari bahwa listrik yang belum menyala di beberapa wilayah menjadi hambatan bagi kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Atas hal ini, saya meminta maaf kepada seluruh warga Aceh Tamiang,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini disambut baik oleh masyarakat yang telah menantikan kehadiran listrik di desa-desa terpencil. Warga berharap janji percepatan pasokan energi dapat segera terealisasi.

2. Fokus pada Percepatan Pasokan Energi

Presiden menekankan bahwa pemerintah tengah mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Aceh Tamiang. Langkah ini mencakup pemasangan jaringan baru, peningkatan kapasitas pembangkit listrik, dan perbaikan distribusi listrik yang terdampak kerusakan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang hadir dalam kesempatan itu, menambahkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan desa-desa terpencil dan wilayah yang belum teraliri listrik, memastikan akses energi bagi seluruh masyarakat di tahun 2026.

3. Dampak Listrik Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Listrik yang merata memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian lokal, pendidikan, dan layanan kesehatan. Dengan aliran listrik yang stabil, usaha kecil dan menengah dapat beroperasi lebih optimal, sekolah dapat memanfaatkan teknologi pendidikan digital, dan fasilitas kesehatan dapat memberikan layanan lebih baik.

Warga desa yang sebelumnya hanya mengandalkan generator atau sumber energi alternatif menyambut positif rencana percepatan pemerintah.

Salah satu warga, Siti Aminah, mengatakan, “Dengan listrik yang stabil, anak-anak bisa belajar malam hari dan usaha kecil kami bisa berjalan lebih lancar.”

4. Komitmen Pemerintah

Pemerintah menargetkan agar dalam satu hingga dua tahun ke depan, seluruh wilayah Aceh Tamiang dapat menikmati aliran listrik yang merata. Program ini melibatkan kerjasama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perusahaan penyedia energi untuk memastikan pembangunan jaringan listrik tepat waktu dan berkualitas.

Presiden Prabowo menegaskan, “Kami tidak hanya ingin membangun jaringan listrik, tetapi juga memastikan energi yang tersedia dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata.”

5. Kesimpulan

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang menjadi momentum penting bagi percepatan akses listrik merata di daerah terpencil. Dengan permintaan maaf yang tulus dan janji percepatan pasokan energi, pemerintah berkomitmen mendorong kesejahteraan masyarakat, mendukung perekonomian lokal, dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Langkah ini diharapkan menjadi awal transformasi energi yang inklusif, sehingga seluruh warga Aceh Tamiang dapat menikmati manfaat listrik secara adil dan merata, seiring pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.