Februari 15, 2026

Sumber Terupdate untuk Pebisnis di Jakarta

Populer Ekonomi Sepekan, Harga Perak Antam hingga Diskon Tiket Lebaran 2026

Populer Ekonomi Sepekan, Harga Perak Antam hingga Diskon Tiket Lebaran 2026

Kompasjakarta.comDalam pekan terakhir, perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan sejumlah dinamika yang menarik perhatian masyarakat. Dari harga perak Antam yang mengalami pergerakan signifikan hingga adanya kebijakan diskon tiket Lebaran 2026 yang memberikan angin segar bagi para pemudik, berikut adalah rangkuman ekonomi sepekan yang mempengaruhi kegiatan ekonomi di tanah air.

Harga Perak Antam Alami Kenaikan Stabil

Pada pekan ini, harga perak Antam mengalami kenaikan stabil, yang mencerminkan tren positif di pasar logam mulia global. Perkembangan ini diwarnai dengan permintaan yang terus meningkat baik di pasar domestik maupun internasional. Harga perak Antam pada awal pekan tercatat mencapai Rp 12.500 per gram, naik sebesar 3% dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp 12.150 per gram.

Tantangan Ekonomi Global seperti inflasi dan ketidakpastian pasar global mempengaruhi pergerakan harga logam mulia, termasuk perak. Meningkatnya ketidakpastian dalam pasar saham dan ancaman resesi global menjadi faktor pendorong utama yang menyebabkan investor beralih ke logam mulia sebagai safe haven (tempat berlindung dari risiko pasar).

“Peningkatan harga perak ini didorong oleh naiknya permintaan dari sektor industri, serta tingginya ketertarikan investor terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian global,” ujar Eko Setiawan, analis pasar logam mulia dari Bank Indonesia.

Sementara itu, bagi masyarakat Indonesia yang tertarik berinvestasi dalam bentuk logam mulia, harga perak yang stabil memberikan peluang untuk melakukan investasi jangka panjang, mengingat perak memiliki nilai yang lebih terjangkau dibandingkan emas. Diprediksi bahwa harga perak Antam akan terus bergerak dengan tren yang stabil hingga akhir tahun 2026, seiring dengan dinamika pasar global yang masih penuh tantangan.

Diskon Tiket Lebaran 2026, Menyemangati Pemudik

Selain harga perak, perkembangan ekonomi lainnya yang menarik perhatian adalah diskon tiket Lebaran 2026, yang diumumkan oleh sejumlah maskapai penerbangan dan perusahaan transportasi darat. Kabar ini sangat dinantikan oleh para pemudik yang merencanakan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Sejumlah kebijakan pemerintah juga turut mendukung diskon tiket Lebaran ini sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air mengumumkan bahwa mereka akan memberikan diskon hingga 50% untuk tiket keberangkatan pada masa arus mudik Lebaran, yang biasanya dimulai sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Diskon tersebut juga berlaku untuk tiket kereta api dan bus, yang disubsidi oleh pemerintah untuk memfasilitasi perjalanan mudik dengan harga terjangkau. Menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, diskon tiket Lebaran ini bertujuan untuk menjaga kestabilan ekonomi dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat pada musim mudik.

“Kami berharap dengan adanya diskon tiket transportasi, masyarakat dapat menikmati Lebaran tanpa perlu khawatir dengan biaya perjalanan yang tinggi,” ungkap Budi dalam konferensi pers pekan lalu.

Selain itu, program subsidy transportasi oleh pemerintah ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga tiket yang sering terjadi pada musim puncak, yang dapat membebani para pemudik, terutama mereka yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, lebih dari 20 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 menggunakan berbagai moda transportasi. Keberadaan diskon tiket ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga dapat meningkatkan daya beli mereka dalam menghadapi hari raya.

Dampak Positif untuk Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Dengan adanya kebijakan diskon tiket Lebaran, sektor pariwisata dan ekonomi lokal juga diprediksi akan mendapatkan dampak positif. Banyaknya pemudik yang kembali ke daerah asalnya akan mendorong peningkatan sektor jasa, seperti kuliner, penginapan, dan belanja lokal. Banyak destinasi wisata yang selama ini sepi akan kembali ramai dikunjungi, menciptakan lapangan kerja tambahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Misalnya, di daerah Jogjakarta, yang merupakan salah satu tujuan mudik favorit, diskon tiket Lebaran diperkirakan akan membawa dampak besar bagi sektor pariwisata lokal. Pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan event khusus untuk menyambut arus kedatangan pemudik, seperti festival budaya dan bazar kuliner khas Lebaran.

Peningkatan kunjungan wisatawan lokal dan para pemudik yang berbelanja produk lokal juga akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan UMKM yang bergerak di sektor makanan, kerajinan tangan, dan pakaian. Hal ini tentu akan mendongkrak roda ekonomi daerah, yang sebelumnya sempat terpuruk selama pandemi.

Perkembangan ekonomi sepekan ini menunjukkan adanya optimisme yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kenaikan harga perak menjadi peluang bagi para investor, sementara diskon tiket Lebaran 2026 memberi angin segar bagi para pemudik untuk melakukan perjalanan dengan lebih hemat. Keputusan untuk memberikan diskon tiket ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor lain seperti pariwisata dan UMKM, yang berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional.

Dengan adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung sektor transportasi, serta adanya dinamika positif dalam pasar logam mulia, Indonesia semakin menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi semakin membaik. Pada akhirnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan terus menjadi kunci keberhasilan ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.