Januari 1, 2026

Sumber Terupdate untuk Pebisnis di Jakarta

PLTS Koperasi Merah Putih Jadi Fondasi Ekonomi Warga Pulau Sembur Laut Batam

PLTS Koperasi Merah Putih Jadi Fondasi Ekonomi Warga Pulau Sembur Laut Batam

Kompasjakarta.comSebuah terobosan baru dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir hadir di Pulau Sembur Laut, Kota Batam, dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Proyek percontohan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan produktivitas ekonomi warga setempat melalui energi bersih dan terjangkau.

Peluncuran PLTS di Pulau Sembur Laut dilakukan pada Sabtu (20/12/2025) oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, bersama Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan. Proyek ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Koperasi (Kemenkop) dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE).

Dengan kapasitas sekitar 400 kilowatt dan sistem baterai penyimpanan sebesar 1 MWh, PLTS ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 200 kepala keluarga di Pulau Sembur Laut, termasuk mendukung kebutuhan rumah tangga dan kegiatan ekonomi produktif warga seperti usaha perikanan.

Fondasi Energi Bersih untuk Produktivitas Lokal

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memaparkan bahwa listrik dari PLTS bukan hanya mengalir ke rumah‑rumah warga, tetapi turut mendukung aktivitas usaha di Pulau Sembur Laut. Energi yang dihasilkan akan digunakan untuk operasional fasilitas seperti pabrik es dan cold storage, yang penting bagi nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dijual ke pasar. Dengan energi yang andal, biaya operasional dapat ditekan dan nilai tambah hasil perikanan meningkat.

“Sejak Indonesia merdeka, warga Pulau Sembur belum pernah menikmati listrik yang layak. Hari ini, PLTS koperasi kita mulai untuk memperkuat produktivitas nelayan tangkap dan budi daya,” ujar Ferry dalam sambutannya.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut menekankan bahwa proyek ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang inklusif. Menurutnya, energi bersih yang dihasilkan PLTS membuka peluang baru bagi warga untuk mengembangkan unit usaha berbasis listrik tanpa tergantung pada bahan bakar fosil.

Peran Koperasi Merah Putih dalam Pemberdayaan Masyarakat

PLTS ini dikelola dengan skema kerja sama antara Pertamina NRE dan Kemenkop melalui Koperasi Merah Putih setempat. Skema koperasi dipilih karena prinsipnya berbasis gotong royong dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, yang sesuai dengan tujuan program nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat dari desa hingga kelurahan.

Keberadaan Koperasi Merah Putih di Batam sendiri merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI, yang mencakup pembentukan ribuan koperasi desa di seluruh Indonesia untuk memperkuat ekonomi lokal. Batam menjadi salah satu daerah yang aktif menyukseskan gerakan ini, termasuk dalam penyediaan fasilitas koperasi yang profesional dan berkelanjutan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya juga meninjau operasional Koperasi Merah Putih dan menekankan bahwa koperasi harus mampu menjadi mesin ekonomi lokal yang nyata, bukan hanya sekadar wadah administrasi. Ia menekankan pentingnya tata kelola profesional dan transparan agar manfaat ekonomi koperasi benar‑benar dirasakan warga.

Dampak Ekonomi dan Sosial di Pulau Sembur Laut

Penyediaan listrik yang berasal dari energi surya ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat Pulau Sembur Laut. Selain mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel yang mahal dan berdampak lingkungan, listrik PLTS memungkinkan warganya menjalankan kegiatan lebih produktif. Dengan listrik yang stabil, anak‑anak dapat belajar lebih lama di malam hari, serta UMKM lokal dapat mengoperasikan peralatan yang sebelumnya tidak mungkin dijalankan.

Energi dari PLTS juga membantu mengurangi biaya operasional perikanan misalnya dalam pembuatan es dan pengolahan hasil tangkapan sehingga nelayan memiliki peluang mendapatkan pendapatan lebih tinggi dari produk mereka. Ini juga mendorong peningkatan keterampilan dan diversifikasi usaha berbasis sumber daya lokal.

Model Replikasi untuk Daerah Terpencil Lainnya

Kemenkop menegaskan bahwa PLTS di Pulau Sembur Laut dijadikan model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah terpencil lain di Indonesia. Kerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terus digencarkan untuk menyediakan solusi energi terbarukan yang andal di desa‑desa terpencil.

Program ini juga mendapat dukungan dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang akan mempercepat pembangunan energi terbarukan hingga ribuan desa di seluruh Indonesia.

Kesimpulannya, PLTS Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur Laut bukan sekedar infrastruktur tenaga surya, tetapi merupakan fondasi baru dalam pemberdayaan ekonomi lokal, penguatan produktivitas warga, dan percepatan transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan skema koperasi, warga pesisir kini memiliki akses energi bersih yang membuka peluang ekonomi lebih luas bagi masa depan mereka.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.