PITT Jual Bisnis Hotel dan Fokus Sektor Kapal Usai Diakusisi Jinlong Resources
Kompasjakarta.com – miten berkode saham PITT ini telah memulai babak baru dalam sejarah korporatnya setelah dikendalikan oleh Jinlong Resources Investment, yang mengambil alih 48,07% sahamnya dalam aksi korporasi senilai sekitar Rp65,8 miliar. Langkah itu membawa perubahan arah bisnis yang signifikan, dengan perusahaan memutuskan untuk menjual seluruh unit bisnis perhotelan dan fokus pada industri pelayaran serta sektor maritim sebagai lini utama pertumbuhan.
Keputusan strategis ini muncul setelah manajemen PITT menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement atau PPJB) untuk melepas dua anak usaha di sektor hotel, yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW). Nilai total transaksi kedua divestasi mencapai Rp67,25 miliar, dengan BMP dilepas senilai sekitar Rp21,92 miliar dan FAW senilai sekitar Rp45,33 miliar, menandai titik akhir keterlibatan PITT di bisnis perhotelan.
Mengapa PITT Mengubah Arah Bisnis?
Manajemen menjelaskan bahwa perubahan pemegang saham pengendali melalui akuisisi oleh Jinlong Resources menjadi momentum tepat untuk meninjau kembali fokus bisnis perusahaan. Dalam keterbukaan informasi terbaru, PITT menyatakan bahwa mereka berencana melakukan transformasi menjadi perusahaan holding yang berorientasi kuat pada industri maritim, terutama sektor pelayaran dan pengembangan armada kapal. Direktur PITT, Sukino, menyampaikan bahwa perkembangan industri global serta potensi pertumbuhan sektor maritim menjadi alasan utama perubahan model bisnis tersebut.
“Perusahaan akan lebih optimal jika konsentrasi pada sektor kapal dan maritim di mana prospek pertumbuhannya lebih menjanjikan,” ujar Sukino menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan digelar pada 12 Maret 2026 di Jakarta Selatan.
Pitt juga berencana melakukan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi Aktivitas Perusahaan Holding (kode 64200), termasuk kemungkinan perubahan nama serta pemindahan kantor pusat untuk benar‑benar mencerminkan orientasi barunya.
Dampak Divestasi Bisnis Hotel
Keluarnya PITT dari bisnis hotel menandai perubahan strategi yang cukup drastis. Bisnis perhotelan, yang selama ini menjadi salah satu pilar pendapatan perusahaan, kini dilepas sepenuhnya agar manajemen dapat berkonsentrasi pada lini yang dianggap memiliki value creation lebih besar di masa depan, yakni sektor maritim. Keputusan ini juga mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi sektor perhotelan Indonesia secara umum, yang beberapa waktu terakhir mengamati tekanan pada tingkat okupansi serta perubahan perilaku konsumen di era post‑pandemi.
Meskipun begitu, langkah ini dinilai sejalan dengan tren global di mana sejumlah perusahaan mengambil langkah divestasi aset non‑strategis untuk memperkuat fokus pada bisnis utama yang lebih kompetitif. PITT berharap bahwa divestasi ini dapat meningkatkan efisiensi operasional serta alokasi modal yang lebih tepat sasaran menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Fokus Baru, Industri Pelayaran dan Maritim
Sebagai bagian dari strategi baru, PITT menyatakan akan mengembangkan unit usaha baru di sektor pelayaran, termasuk pengembangan armada kapal yang beroperasi pada jalur domestik maupun internasional. Meskipun detail infrastruktur dan investasi kapal belum diungkap secara penuh, manajemen menegaskan bahwa pengembangan armada adalah bagian dari visi untuk menjadikan PITT sebagai pemain signifikan di industri maritim Indonesia.
Industri pelayaran kini menjadi salah satu sektor yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan, didorong oleh pertumbuhan perdagangan global, pembangunan infrastruktur pelabuhan, serta peningkatan kebutuhan angkutan laut berbagai komoditas. Perubahan ini memberi prospek jangka panjang yang menjanjikan bagi perusahaan yang serius menggarap segmen ini.
Transformasi ini juga mencerminkan respons terhadap dinamika pasar modal dan kondisi ekonomi makro global, di mana perusahaan perlu melakukan penyesuaian strategi bisnis secara proaktif agar tetap kompetitif. Fokus pada kapal dan maritim dianggap dapat memberikan return yang lebih besar melalui kontrak angkutan, pengelolaan armada, dan layanan maritim lainnya yang menguntungkan dalam jangka panjang.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski langkah strategis PITT mendapatkan sambutan positif dari sebagian analis, transformasi ini juga menimbulkan sejumlah tantangan. Di antaranya, kebutuhan modal besar untuk pengembangan armada kapal, persaingan ketat di sektor maritim, serta ketergantungan pada tren perdagangan global yang bisa fluktuatif. Namun, akuisisi oleh Jinlong Resources diharapkan dapat memberikan dukungan finansial dan jaringan bisnis yang lebih kuat.
Dengan divestasi aset hotel dan fokus baru pada inti bisnis, PITT berharap dapat memperkuat core competency, membangun basis pendapatan yang lebih solid, serta memperluas pangsa pasar di sektor pelayaran yang tengah berkembang. Perseroan optimistis bahwa perubahan ini akan meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan manfaat positif bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
