Pelatihan Ecoprint Mahasiswa Ilkom UMS Perkuat Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Kompasjakarta.com – Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru-baru ini mengikuti pelatihan Ecoprint, sebuah teknik mencetak motif alami pada kain atau kertas menggunakan daun, bunga, dan bahan organik lainnya. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam ekonomi kreatif berkelanjutan.
Pelatihan yang diadakan di kampus UMS menghadirkan praktisi Ecoprint profesional dan penggiat ekonomi kreatif. Para mahasiswa mendapatkan pembekalan mulai dari teori dasar Ecoprint, pemilihan bahan ramah lingkungan, teknik pencetakan, hingga finishing produk yang menarik dan bernilai jual. Setiap langkah dilakukan dengan metode praktis agar peserta dapat langsung menghasilkan karya yang siap dipasarkan.
Dosen Ilkom UMS, Dr. Rahayu Wulandari, menjelaskan, “Pelatihan ini bukan hanya soal seni, tetapi juga edukasi tentang keberlanjutan dan inovasi dalam ekonomi kreatif. Mahasiswa diajarkan bagaimana memanfaatkan sumber daya alam secara bijak untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.”
Ecoprint sendiri menjadi tren global karena selain estetis, proses pembuatannya minim limbah dan menggunakan bahan alami. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi kreatif berkelanjutan, di mana kreativitas dan inovasi dijadikan motor penggerak pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan. Dengan keterampilan Ecoprint, mahasiswa Ilkom UMS tidak hanya mampu membuat karya unik, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif.
Salah satu peserta, Lintang Putri, menyatakan antusias, “Awalnya saya hanya ingin belajar seni Ecoprint, tapi ternyata banyak hal yang bisa dikembangkan untuk bisnis kreatif. Dari motif daun sampai kombinasi warna, semuanya bisa jadi produk siap jual, dan lebih penting ramah lingkungan.”
Pelatihan ini juga memuat sesi tentang strategi pemasaran dan branding produk kreatif. Mahasiswa dibekali pengetahuan untuk memasarkan Ecoprint melalui media sosial, e-commerce, hingga pameran lokal. Dengan cara ini, pelatihan tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan berwirausaha.
Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk menumbuhkan generasi muda kreatif yang peka terhadap lingkungan dan siap berkontribusi pada ekonomi kreatif. UMS sendiri menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata yang bisa berdampak positif bagi masyarakat dan ekonomi lokal. Selain aspek pendidikan dan ekonomi, pelatihan Ecoprint juga menjadi ajang kolaborasi antar mahasiswa. Mereka saling bertukar ide, mencoba teknik baru, dan belajar manajemen proyek kreatif.
“Kolaborasi ini penting agar mahasiswa terbiasa bekerja tim dan menghasilkan produk yang berkualitas serta inovatif,” tambah Dr. Rahayu.
Pelatihan Ecoprint bagi mahasiswa Ilkom UMS menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi wadah inovasi kreatif sekaligus kontribusi nyata bagi ekonomi berkelanjutan. Dengan keterampilan baru, mahasiswa tidak hanya memperluas kapasitas diri dalam seni dan kreativitas, tetapi juga memiliki peluang nyata untuk mengembangkan usaha kreatif yang ramah lingkungan. Inisiatif seperti ini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda siap pakai, kreatif, dan peduli lingkungan, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
