Olahraga Handball Semakin Jadi Olahraga Favorit Ibu-Ibu Sintang
Kompasjakarta.com – Fenomena baru terjadi di Sintang, Kalimantan Barat. Ibu-ibu di kota ini semakin antusias menjadikan handball sebagai olahraga favorit. Aktivitas yang awalnya populer di kalangan remaja dan pria kini berhasil menarik minat ibu-ibu, yang menemukan keseruan sekaligus manfaat kesehatan dari olahraga ini.
Menurut Ketua Komunitas Handball Sintang, Ibu Rina S., peningkatan partisipasi ibu-ibu terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu olahraga handball identik dengan anak muda atau pria, tapi sekarang ibu-ibu ikut aktif berlatih dan bermain. Mereka menemukan cara yang menyenangkan untuk tetap sehat dan energik,” ujarnya.
Keseruan dan Kebugaran dalam Satu Aktivitas
Handball dianggap menarik karena menggabungkan aktifitas fisik intens, strategi permainan, dan interaksi sosial. Gerakan cepat, lari, oper bola, dan lempar tangkap bola membuat peserta bergerak seluruh tubuh, meningkatkan kebugaran jantung, fleksibilitas, dan koordinasi motorik.
Ibu-ibu Sintang menilai olahraga ini lebih seru daripada sekadar senam atau jalan pagi. Banyak yang mengaku merasa lebih segar dan bugar setelah rutin bermain, sekaligus mengurangi stres dari rutinitas sehari-hari, termasuk mengurus rumah tangga dan keluarga.
“Awalnya saya ragu bisa bermain handball karena pernah lama tidak aktif olahraga. Tapi ternyata menyenangkan dan membuat tubuh terasa lebih kuat,” kata Ibu Wulan, salah satu peserta komunitas handball Sintang. “Selain itu, saya jadi punya banyak teman baru dari komunitas ini.”
Komunitas sebagai Motivasi
Salah satu faktor yang membuat handball digemari ibu-ibu Sintang adalah aspek sosial dan komunitas. Latihan dan pertandingan rutin memberi kesempatan untuk bersosialisasi, berbagi pengalaman, dan mendukung satu sama lain.
“Olahraga ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga mempererat hubungan antar peserta,” ujar Ibu Rina. “Kami punya grup latihan khusus ibu-ibu, sehingga mereka bisa tetap aktif dan saling memotivasi.”
Latihan biasanya dilakukan 2–3 kali seminggu di lapangan indoor dan outdoor, dengan durasi sekitar 60–90 menit. Aktivitas ini juga dilengkapi dengan pemanasan, teknik dasar, dan simulasi pertandingan, sehingga peserta belajar skill handball sambil tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan.
Peran Pemerintah dan Fasilitas Lokal
Pemerintah daerah Sintang turut mendukung perkembangan olahraga ini. Beberapa fasilitas olahraga telah disiapkan untuk komunitas handball, termasuk lapangan indoor yang nyaman, peralatan standar, dan pelatihan rutin oleh pelatih bersertifikat. Dukungan ini mendorong lebih banyak ibu-ibu untuk berpartisipasi secara konsisten.
Selain itu, sejumlah sekolah dan organisasi lokal juga mengadakan program handball keluarga, yang mempertemukan ibu, ayah, dan anak-anak untuk berolahraga bersama. Program ini menekankan kebugaran, kebersamaan, dan kesenangan, sekaligus memperluas cakupan partisipasi masyarakat terhadap olahraga ini.
Manfaat Kesehatan yang Dirasakan
Para peserta melaporkan berbagai manfaat kesehatan dari rutin bermain handball, antara lain:
- Peningkatan stamina dan energi
- Peningkatan koordinasi tangan-mata
- Pengurangan stres dan kecemasan
- Membantu menjaga berat badan dan kebugaran jantung
Psikolog olahraga menambahkan bahwa kegiatan fisik yang menyenangkan, seperti handball, lebih mudah dipertahankan secara rutin dibandingkan olahraga monoton. Aspek sosial yang menyertai olahraga juga menjadi motivator tambahan.
Tren ibu-ibu Sintang memilih handball sebagai olahraga favorit menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal usia atau gender, tapi tentang kesenangan, kesehatan, dan komunitas. Aktivitas ini memberikan kombinasi sempurna antara kebugaran fisik dan interaksi sosial, sekaligus menjadi sarana positif untuk memberdayakan perempuan di kota ini.
Dengan dukungan komunitas dan pemerintah, handball di Sintang diperkirakan akan terus berkembang, menjangkau lebih banyak ibu-ibu yang ingin tetap sehat, aktif, dan bahagia.
