Menko Airlangga Sebut Tiga Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI
Kompasjakarta.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kembali menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional dengan memaparkan tiga mesin utama yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dan masa depan.
Pernyataan itu disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju, Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Masa Depan Bangsa” di Auditorium Fakultas Teknik UGM, Sleman, DI Yogyakarta.
Airlangga menyebut bahwa hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar yang harus dijaga dan dipacu untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ketiga mesin ini diyakini akan membuat fondasi ekonomi tanah air semakin kuat di tengah ketidakpastian global dan persaingan ekonomi dunia.
Hilirisasi Industri, Meningkatkan Nilai Tambah Produk Nasional
Mesin pertama adalah hilirisasi industri, yaitu proses pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah sebelum dipasarkan, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Airlangga menilai bahwa hilirisasi bisa membantu Indonesia tidak hanya menjadi eksportir komoditas mentah, tetapi juga produk dengan nilai ekonomis tinggi. Langkah ini dipandang strategis untuk meningkatkan kemampuan industri nasional bersaing di pasar internasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Upaya hilirisasi ini didukung oleh kebijakan pemerintah untuk memperluas pembangunan smelter dan fasilitas pengolahan mineral serta komoditas strategis lainnya. Misalnya, pengembangan smelter tembaga yang sudah mampu menghasilkan produk turunan dalam jumlah besar menjadi salah satu contoh sukses hilirisasi di era reformasi ekonomi saat ini. Regulasi insentif dan kemudahan investasi di sektor hilir juga dinilai turut menarik minat investor domestik dan asing.
Ketahanan Pangan, Pilar Kemandirian Ekonomi
Mesin kedua yang menjadi sorotan Airlangga adalah ketahanan pangan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa ketersediaan pasokan pangan yang stabil merupakan unsur penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Ketergantungan pada impor pangan dinilai berisiko ketika terjadi gejolak global atau gangguan pasok internasional.
Pemerintah terus mendorong program ketahanan pangan melalui perluasan area food estate dan dukungan pada sektor pertanian dengan teknologi modern. Tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mendorong produktivitas dan kualitas hasil pertanian untuk diekspor. Program ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menunjang pertumbuhan sektor riil yang berdampak pada keseluruhan ekonomi.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 5,12 persen (yoy) pada Triwulan II 2025, bahkan termasuk tertinggi di antara negara-negara G20 dan ASEAN. Pertumbuhan tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta aktivitas investasi dan produksi yang meningkat, menunjukkan bahwa ekonomi nasional tetap tangguh di tengah tantangan global.
Pengembangan Sumber Daya Manusia: Investasi Jangka Panjang
Mesin ketiga adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut Airlangga, kemampuan tenaga kerja menjadi faktor penentu bagi Indonesia untuk memanfaatkan peluang-peluang besar di era digital dan ekonomi global. Peningkatan keterampilan kerja, pendidikan vokasi yang relevan, serta pelatihan teknologi merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah berupaya memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, industri, dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program pelatihan yang tepat. Fokus pada pengembangan SDM berdaya saing tinggi diharapkan dapat menghadirkan tenaga kerja yang produktif dan inovatif, sekaligus mendorong pertumbuhan startup dan sektor teknologi.
Membaca Tren dan Tantangan Global
Tiga mesin pertumbuhan yang diungkap Menko Airlangga bukan sekadar jargon kebijakan, melainkan respons terhadap dinamika ekonomi global yang terus berubah. Dengan ketidakpastian kondisi geopolitik dan tantangan rantai pasok, Indonesia perlu memastikan bahwa sektor industrinya berdaya tahan, pangan terjamin, dan SDM siap bersaing.
Kebijakan peningkatan investasi, termasuk dukungan untuk pengembangan sektor strategis seperti energi terbarukan dan teknologi digital, juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif. Strategi ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah untuk mendorong ekonomi tumbuh secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.
Dampak pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menko Airlangga juga menyoroti bagaimana investasi, konsumsi rumah tangga, dan ekspor merupakan pilar utama yang turut menopang pertumbuhan PDB Indonesia. Konsumsi domestik, sebagai komponen terbesar dari pengeluaran nasional, tumbuh signifikan dan menjadi kekuatan pendorong ekonomi, sementara investasi modal tetap bruto meningkat akibat permintaan barang modal untuk ekspansi produksi. Di sisi lain, ekspor Indonesia juga menunjukkan kinerja positif yang berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional.
Dengan memaksimalkan tiga mesin utama hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pengembangan SDM pemerintah berharap Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Fokus pada fondasi ekonomi yang kokoh diharapkan tidak hanya membantu menghadapi tantangan global tetapi juga menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Pendekatan yang seimbang antara kebijakan fiskal, upaya transformatif, dan pemberdayaan sektor riil bisa menjadi model pembangunan yang inklusif dan produktif, memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang stabil dan kompetitif di kancah global.
