Mendag Ungkap Tantangan Perdagangan Internasional Hambat Ekspor Nasional
Kompasjakarta.com – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kondisi perdagangan internasional yang dinamis dan penuh tantangan turut berdampak pada kinerja ekspor nasional Indonesia. Meski pemerintah optimistis ekspor akan terus tumbuh, Mendag menekankan bahwa diperlukan strategi dan dukungan lintas sektor untuk mengatasi hambatan tersebut guna merealisasikan target ekspor nasional di tengah perubahan global.
Dalam berbagai forum kebijakan dan dialog publik, Mendag menjelaskan bahwa beberapa tantangan utama yang dihadapi pelaku ekspor Indonesia berasal dari volatilitas pasar global, perang dagang, fluktuasi permintaan, serta hambatan non-tarif di sejumlah negara mitra dagang. Kondisi ini membuat pelaku usaha terutama usaha kecil dan menengah (UKM) harus lebih adaptif sekaligus memperkuat daya saing produknya di pasar internasional.
“Meskipun perekonomian global menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tantangan perdagangan tetap nyata,” ujar Mendag Budi Santoso saat membuka diskusi strategi ekspor dalam salah satu pertemuan kebijakan nasional di Jakarta. “Kita harus memperkuat kompetensi produk ekspor kita di pasar global, serta memanfaatkan setiap peluang yang muncul dari perjanjian perdagangan strategis.”
Hambatan Ekspor di Tengah Ketidakpastian Global
Salah satu hambatan yang dihadapi eksportir Indonesia adalah ketidakpastian kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional. Negosiasi dagang global yang berlangsung, perbedaan regulasi di negara tujuan, serta hambatan teknis seperti standar mutu yang ketat, seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional.
Selain itu, situasi geopolitik seperti konflik dagang atau kebijakan tarif yang berubah turut memberikan tekanan terhadap volume ekspor nasional. Misalnya, beberapa negara mitra dagang besar memberlakukan pembatasan atau modifikasi aturan impor tertentu sehingga menimbulkan ketidakpastian pasar bagi eksportir Indonesia.
Akibatnya, walaupun data statistik menunjukkan bahwa ekspor Indonesia masih tumbuh dengan realisasi kenaikan ekspor nasional pada beberapa periode terakhir dinamika global membuat sebagian pelaku usaha harus bersiap menghadapi perubahan cepat di pasar dunia. Pemerintah pun terus mengkaji berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas kinerja ekspor.
Strategi Nasional untuk Memperkuat Ekspor
Mendag menegaskan bahwa Indonesia telah merancang sejumlah strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat dukungan terhadap UMKM agar siap bersaing di pasar internasional.
Salah satu upaya pemerintah ialah memaksimalkan implementasi perjanjian dagang internasional yang telah diratifikasi, seperti Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), perjanjian dengan Kanada (ICA-CEPA), dan kerja sama dengan blok ekonomi lain guna membuka pangsa pasar dan memperluas peluang ekspor produk Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat program pembinaan pelaku usaha ekspor, termasuk program dukungan pemerintah untuk UMKM dalam memahami standar ekspor, memanfaatkan fasilitas perdagangan internasional, serta meningkatkan kemampuan pemasaran global. Menurut Mendag, pemberdayaan UMKM menjadi kunci penting karena kontribusi mereka terhadap ekspor nasional terus meningkat, terutama di sektor manufaktur dan produk olahan.
Peran Kebijakan Domestik dan Daya Saing Produk Lokal
Mendag juga menyoroti pentingnya penguatan pasar domestik sebagai bagian dari strategi untuk mendorong ekspor. Dengan meningkatkan permintaan dalam negeri dan kualitas produk lokal, pemerintah berharap kepercayaan konsumen terhadap produk Indonesia bisa bertambah sehingga berdampak positif pada penetrasi pasar luar negeri.
Selain itu, para pelaku usaha diimbau untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi standar internasional dalam hal mutu, kemasan, dan branding aspek yang sering menjadi penentu utama keberhasilan produk ekspor di pasar global.
Optimisme Meski Tetap Waspada
Terlepas dari berbagai hambatan tersebut, pemerintah optimistis kinerja ekspor Indonesia pada 2026 dan seterusnya tetap akan kuat. Target pertumbuhan ekspor nasional untuk 2026 dipatok sekitar 7,09 persen, sedikit di bawah target 2025 namun tetap menunjukkan tren positif. Target ini mengindikasikan bahwa ekspor Indonesia diproyeksikan tetap bergerak naik meskipun harus menghadapi tekanan global.
Mendag menyatakan, “Kita harus terus mengejar pertumbuhan ekspor sambil memperkuat struktur perekonomian domestik. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, serta sektor swasta menjadi landasan utama untuk menghadapi tantangan perdagangan internasional.”
Tantangan perdagangan internasional memang menjadi hambatan bagi ekspor nasional Indonesia, tetapi dengan strategi yang tepat termasuk perluasan akses pasar, penguatan produk lokal, dan dukungan terhadap UMKM pemerintah optimistis Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan ekspor di tengah ketidakpastian global. Sinergi lintas sektor dipandang krusial dalam memastikan dampak hambatan tersebut dapat diminimalisir dan target ekspor nasional tercapai.
