Masyarakat Produktif, Kunci Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Kompasjakarta.com – Pemerintah Indonesia memfokuskan berbagai strategi kebijakan untuk mendorong masyarakat menjadi lebih produktif sebagai salah satu kunci utama mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen dan lebih di tahun mendatang. Target ini tercantum dalam arah pembangunan jangka menengah dan strategi fiskal yang terus disusun pemerintah dalam menyongsong tantangan global dan ketidakpastian ekonomi internasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas sebelumnya menyatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada 2026 sebagai bagian dari rencana kerja tahunan. Proyeksi itu menjadi pendorong utama berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Mengapa Produktivitas Masyarakat Penting?
Produktivitas masyarakat adalah ukuran seberapa efektif tenaga kerja dan sumber daya nasional dapat menghasilkan barang dan jasa. Ketika produktivitas meningkat, output ekonomi juga tumbuh tanpa perlu menambah input secara proporsional. Dalam konteks Indonesia, memperkuat produktivitas berarti memaksimalkan potensi tenaga kerja, UMKM, industri manufaktur, serta ekonomi digital. Lembaga internasional menyebut bahwa produktifitas yang lebih kuat merupakan salah satu pilar utama kemakmuran nasional di masa depan, terutama di tengah tantangan global seperti tekanan inflasi, risiko geopolitik, dan perubahan teknologi.
Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Produktivitas
Pemerintah telah merancang beberapa strategi konkret untuk mendorong produktivitas masyarakat, termasuk:
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama. Pemerintah menggencarkan berbagai program pendidikan vokasi, keterampilan digital, serta pelatihan berbasis industri untuk memastikan tenaga kerja siap menghadapi era digital dan otomatisasi. Pengembangan SDM ini juga mencakup pendidikan tinggi dan pelatihan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
2. Digitalisasi Ekonomi dan UMKM
Transformasi digital menjadi tulang punggung strategi produktivitas. Pemerintah mendorong UMKM untuk mengadopsi teknologi digital agar mampu bersaing dan memperluas pangsa pasar, termasuk lewat platform e‑commerce, layanan digital pembayaran, serta integrasi data untuk percepatan layanan usaha. Program fasilitasi pelatihan digital dan insentif digitalisasi usaha terus diperluas untuk menjangkau pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia.
3. Insentif Investasi dan Peningkatan Iklim Usaha
Pemerintah mengimplementasikan berbagai insentif fiskal seperti pemangkasan pajak, kemudahan perizinan, serta fasilitas pendanaan untuk UMKM dan investor. Langkah ini dimaksudkan untuk menarik investasi, khususnya di sektor manufaktur dan hilirisasi industri, sehingga mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
4. Pemberdayaan Sektor Strategis
Upaya pemberdayaan sektor sumber daya alam (seperti pertanian, pariwisata, dan energi terbarukan) juga dilakukan untuk menciptakan pertumbuhan inklusif. Peningkatan produktivitas di sektor tersebut diyakini dapat menopang ekonomi nasional secara luas dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas.
5. Daya Beli dan Permintaan Domestik
Bank Indonesia dan pemerintah daerah juga mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama perekonomian. Dalam beberapa wilayah, kebijakan strategis seperti digitalisasi sistem pembayaran dan investasi strategis turut meningkatkan mobilitas ekonomi lokal serta daya beli masyarakat, yang pada gilirannya mendorong produktivitas.
Tantangan dan Harapan
Meski target pertumbuhan 6 persen dianggap ambisius, sejumlah analis ekonomi memperingatkan bahwa pencapaian target tersebut harus didukung oleh langkah yang konsisten dan holistik. Tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, serta efek pasokan global menjadi alasan mengapa target tersebut perlu strategi yang tepat dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.
Namun demikian, pemerintah optimistis bahwa dengan sinergi antara kebijakan fiskal, investasi strategis, peningkatan produktivitas, dan akses pendidikan dan digitalisasi yang merata, pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dapat dicapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara nyata.
Menjadikan masyarakat lebih produktif melalui penciptaan peluang kerja berkualitas, digitalisasi ekonomi, peningkatan keterampilan dan insentif investasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen secara berkelanjutan. Pemerintah terus memperkuat strategi ini sebagai fondasi pembangunan bangsa ke depan.
