Jasad Sekeluarga yang Tewas Dalam Rumah di Jakut Diautopsi di RS Polri
Kompasjakarta.com – Sebuah peristiwa tragis mengejutkan warga Jakarta Utara terjadi pada Jumat (2/1/2026) pagi ketika tiga orang sekeluarga ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan di kawasan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok. Korban yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tak bernyawa oleh warga setempat, sementara satu anggota keluarga lainnya dalam kondisi kritis dilarikan ke rumah sakit.
Rumah di Jalan Warakas 5, Gang 10 langsung dipasangi garis polisi setelah informasi temuan ini beredar, dan aparat keamanan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelisik secara ilmiah kronologi tragedi tersebut.
Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif, polisi membawa tiga jenazah ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut. Proses ini penting guna mengungkap secara ilmiah apakah kematian tersebut disebabkan oleh keracunan, kondisi kesehatan, atau faktor lain yang belum diketahui.
Identitas Korban dan Kondisi Saksi
Menurut keterangan polisi dan saksi di lokasi, ketiga korban yang meninggal adalah Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13) ibu dan dua anaknya. Sementara itu, satu anggota keluarga lain yang bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (22) berhasil diselamatkan meski dalam kondisi kritis dan kini dirawat intensif di RSUD Koja.
Warga dekat lokasi menyebut bahwa mereka terakhir melihat korban masih tampak sehat pada malam sebelumnya, Kamis (1/1), sebelum tragedi terjadi. Hal ini lalu memicu keprihatinan dan keterkejutan di komunitas setempat.
Polisi Selidiki Dugaan Keracunan dan Fakta TKP
Penyidik dari Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok terus mendalami kasus ini. Berdasarkan keterangan awal, dugaan keracunan makanan menjadi salah satu kemungkinan sebab kematian, meskipun penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga dikerahkan untuk melakukan olah TKP secara teknis dan ilmiah guna mendapatkan data yang akurat. Tim membawa peralatan lengkap untuk memetakan kondisi rumah kontrakan dan mencari indikasi penyebab tragedi tersebut. Pemeriksaan menyeluruh ini mencakup pemeriksaan elektronik, fisik, serta kemungkinan kontaminasi di lingkungan tempat tinggal korban.
Proses Autopsi di RS Polri
Autopsi di RS Polri Kramat Jati menjadi langkah kunci dalam penyelidikan resmi. Dengan bantuan dokter forensik, polisi berharap dapat menemukan fakta medis yang jelas terkait sebab kematian ketiga korban. Autopsi dapat memberikan informasi penting seperti adanya racun di dalam tubuh, adanya tanda‑tanda penyakit, hingga potensi faktor lingkungan yang berkontribusi. Hasil autopsi biasanya menjadi acuan resmi dalam laporan penyidikan dan bisa menjadi dasar tindakan hukum selanjutnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memastikan secara publik hasil temuan awal autopsi karena masih menunggu proses pemeriksaan lengkap. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian demi menjaga ketenangan keluarga dan proses investigasi.
Kondisi Korban yang Selamat dan Tantangan Keluarga
Korban yang selamat, ASJ (22), mendapatkan penanganan medis intensif setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadar di lokasi kejadian. Beberapa saksi menyebut kondisi fisiknya menunjukkan bekas melepuh di kulit yang masih dalam tahap pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya. Kasus ini menambah kompleksitas penyelidikan karena melibatkan kondisi korban yang menunjukkan indikasi paparan zat atau kondisi buruk sebelum kejadian.
Reaksi dan Imbauan Polisi
Kepolisian Metro Jaya melalui Kabid Humas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan pada aparat berwenang. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat memicu kekhawatiran atau spekulasi tidak berdasar. Mereka yang memiliki informasi diminta untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna membantu penyidikan berjalan secara efisien.
Kasus sekeluarga yang tewas di rumah kontrakan Jakarta Utara kini berada di tahap penyelidikan intensif dengan bantuan pemeriksaan forensik di RS Polri. Autopsi diharapkan dapat membuka fakta penting penyebab kematian, apakah akibat keracunan atau faktor lain yang lebih kompleks. Sementara itu, pihak berwenang terus bekerja untuk mengungkap kronologi penuh kejadian tersebut secara profesional dan transparan, sambil memastikan dukungan medis untuk satu korban yang selamat.
