Dukung Transformasi Bisnis, SOFA Dirikan Anak Usaha Baru di Bidang Energi
Kompasjakarta.com – PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) semakin mantap menancapkan langkah strategisnya di sektor energi dengan mendirikan anak usaha baru yang fokus pada pengembangan energi terbarukan dan inisiatif berkelanjutan. Langkah ini menjadi pilar utama dalam rencana transformasi bisnis perusahaan, yang sebelumnya bergerak di luar sektor energi.
Anak perusahaan terbaru tersebut resmi dinamakan PT Ananta Energi Asia (AEA) dan berkedudukan di Jakarta Selatan. AEA resmi berdiri pada 5 Februari 2026 dengan struktur kepemilikan di mana SOFA menguasai 99 % sahamnya, sementara 1 % lainnya dimiliki oleh pemegang saham pengendali PT Asia Investment Capital (AIC).
Menurut Denny Rizal, Direktur Utama SOFA, pembentukan AEA merupakan bagian dari “pergeseran strategis perusahaan menuju sektor energi”, khususnya dalam pengembangan solusi energi yang inovatif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya memperluas portofolio usaha, tapi juga menguatkan posisi perusahaan dalam pasar energi, terutama energi bersih dan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste‑to‑energy).
“Pendirian PT Ananta Energi Asia merupakan salah satu upaya kami untuk memperkuat fondasi bisnis di sektor energi yang terus berkembang, sekaligus menyelaraskan operasional dengan kebutuhan pasar energi terbarukan nasional,” kata Rizal, dalam keterangannya kepada media.
Fokus pada Energi Terbarukan dan Waste‑to‑Energy
Pendirian AEA tidak lepas dari strateginya yang lebih luas: menggarap peluang di sektor energi bersih dan waste‑to‑energy. SOFA, yang sebelumnya dikenal dengan kegiatan di luar sektor energi, telah menunjukkan ambisinya melalui pembentukan konsorsium bersama perusahaan dari China dan Malaysia untuk ikut serta dalam tender proyek waste‑to‑energy yang diselenggarakan di Indonesia.
Proyek waste‑to‑energy sendiri menjadi sorotan banyak pihak karena berpotensi mengatasi dua persoalan sekaligus: pengelolaan sampah dan penyediaan sumber energi baru yang lebih bersih. Dengan teknologi ini, sampah organik dan non‑organik dapat diolah menjadi energi listrik, sehingga mengurangi volume limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menambah kapasitas pasokan energi.
Inovasi, Efisiensi & Pertumbuhan Berkelanjutan
SOFA menekankan bahwa inovasi teknologi dan peningkatan efisiensi operasional adalah dua pilar utama dalam strategi pertumbuhan jangka panjangnya. Dengan memanfaatkan teknologi modern dan kolaborasi strategis, perusahaan berharap bisa mempercepat adopsi solusi energi yang ramah lingkungan dan berorientasi pada efisiensi biaya produksi serta penggunaan sumber daya.
Inovasi energi yang dikembangkan AEA akan mempertimbangkan aspek efisiensi energi, dampak lingkungan, dan skalabilitas teknologi. Pihak manajemen menegaskan bahwa era energi tradisional mengalami perubahan besar seiring meningkatnya permintaan akan solusi berkelanjutan baik dari sisi industri maupun konsumen. Oleh karena itu, fokus pada teknologi energi hijau dianggap sebagai langkah progresif yang sejalan dengan upaya global menurunkan emisi karbon dan memperluas portofolio energi bersih.
Selain itu, aspek pertumbuhan berkelanjutan juga mencakup komitmen perusahaan terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG). Melalui AEA, SOFA berharap dapat memainkan peran signifikan dalam mendorong pengembangan energi bersih di Indonesia, seraya menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Reaksi Pasar dan Prospek Investasi
Respons pasar terhadap langkah ekspansi SOFA ini cukup positif. Saham perusahaan sempat menunjukkan peningkatan setelah pengumuman pembentukan anak usaha energi, mencerminkan keyakinan investor atas potensi pertumbuhan perusahaan yang kini memasuki sektor energi terbarukan. Diperkirakan, aksi korporasi ini akan menarik minat investasi, terutama dari modal ventura dan pemodal institusional yang fokus pada investasi berkelanjutan.
Analis pasar energi juga melihat langkah ini sebagai tanda bahwa banyak emiten di Indonesia mulai mengalihkan fokus ke sektor energi bersih, di tengah meningkatnya dukungan pemerintah untuk proyek energi terbarukan serta kebijakan transisi energi nasional.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun langkah ekspansi ini dinilai strategis, tantangan tetap ada, terutama dalam hal teknis, regulasi, dan pembiayaan proyek energi bersih yang memerlukan modal besar serta dukungan kebijakan yang konsisten. Namun, dengan strategi inovatif dan kemitraan yang kuat, SOFA yakin dapat mengatasi tantangan tersebut sembari memaksimalkan peluang pasar yang semakin luas.
Ke depan, keberhasilan AEA dalam menjalankan proyek energi terbarukan serta waste‑to‑energy akan menjadi tolok ukur bagi transformasi besar perusahaan yang kini tidak hanya bergerak di lingkungan dan manajemen sumber daya, tetapi juga bertumbuh sebagai pemain utama di sektor energi Indonesia.
