Kompas Jakarta – Langkah besar baru terjadi dalam industri otomotif global setelah Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) mengumumkan peluncuran merek kendaraan baru bernama Freelander. Kolaborasi strategis ini menandai era baru bagi kedua produsen dari sekadar kemitraan manufaktur menjadi pencipta merek standalone yang fokus pada kendaraan listrik dan SUV modern. Debut perdana merek ini direncanakan di Timur Tengah pada 2026, dan menjadi bagian dari strategi ekspansi global mereka.
Sejarah dan Tujuan Merek Freelander
Merek Freelander sendiri memiliki akar sejarah panjang; sebelumnya dikenal sebagai model SUV Land Rover yang populer sebelum dihentikan produksinya pada 2015. Kini nama tersebut dihidupkan kembali sebagai brand independen di bawah kemitraan Chery‑JLR. Kesepakatan lisensi dan produksi memungkinkan merek ini menjadi entitas baru yang mengambil momen penting dalam transisi industri menuju elektrifikasi.
Dalam perjanjian 2024, kedua pihak sepakat bahwa Chery Jaguar Land Rover (CJLR) akan memproduksi lini kendaraan berbasis arsitektur listrik Chery yang dikembangkan khusus melalui platform modular. Tujuan peluncuran Freelander adalah untuk menghadirkan portfolio kendaraan baru yang mampu bersaing di pasar kendaraan listrik global yang terus berkembang.
Debut Global Dimulai dari Timur Tengah
Menurut pernyataan resmi yang dipublikasikan awal tahun ini, Freelander akan memulai debut globalnya pada 2026 di Timur Tengah langkah yang mencerminkan keinginan produsen untuk membidik pasar internasional lebih cepat, bukan hanya berfokus di Tiongkok. Pendekatan ini memperkuat posisi merek sebagai pemain global yang siap bersaing dengan SUV listrik dari merek lain di pasar besar seperti Eropa dan Timur Tengah.
Peluncuran akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pameran resmi dan kehadiran di ajang otomotif besar seperti Beijing Auto Show pada April 2026, sekaligus memperkenalkan identitas visual kuat dan strategi pemasaran global yang agresif.
SUV Modern dengan Desain dan Teknologi Canggih
Model pertama yang akan diluncurkan di bawah merek Freelancer adalah sebuah SUV besar sekitar 5,1 meter dengan konfigurasi tiga baris kursi yang praktis (2+2+2). Kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan penggemar SUV premium sekaligus menggabungkan performa tinggi dan ruang interior luas yang mudah bersaing.
Secara teknis, Freelander akan menawarkan pilihan Battery Electric Vehicle (BEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV) memberikan fleksibilitas kepada konsumen yang ingin kendaraan listrik murni atau versi dengan range extender untuk jarak tempuh lebih panjang. Limbah tenaga puncaknya diklaim bisa mencapai 553 hp, yang menjanjikan performa agresif dan responsif untuk SUV di kelasnya.
Fitur‑fitur canggih lain yang digadang‑gadangkan termasuk suspensi udara adaptif, teknologi bantuan pengemudi Level 2 (ADAS), serta sistem infotainment dan konektivitas mutakhir yang memberi pengalaman berkendara nyaman dan futuristik.
Strategi GlobalDari China ke Dunia
Kolaborasi ini menunjukkan perubahan strategi signifikan bagi kedua perusahaan. Alih‑alih membatasi produksi untuk pasar domestik Tiongkok, mereka kini fokus memperluas jejak merek Freelander secara global sebuah langkah yang menandai ambisi mereka untuk bersaing langsung dengan merek lain di pasar kendaraan listrik internasional.
Langkah ini datang bersamaan dengan pengurangan produksi model‑model lama yang selama ini dibuat di fasilitas CJLR di Suzhou, Tiongkok, yang menutup produksi beberapa tipe seperti Range Rover Evoque dan Jaguar XFL pada akhir 2026. Manuver ini membuka ruang bagi produksi model Freelander yang akan menjadi inti strategi baru mereka.
Dengan fokus pada EV dan EREV, Freelander diharapkan menggabungkan keunggulan teknologi Chery yang kuat di ranah listrik dengan desain dan pengalaman warisan JLR yang lama menjadi simbol kualitas produk premium. Kolaborasi semacam ini menjadi contoh bagaimana perusahaan otomotif tradisional dan produsen baru dari Tiongkok bekerja sama untuk mengatasi persaingan global dan perubahan permintaan konsumen.
Tantangan dan Prospek di Pasar Global
Meski antisipasi tinggi menjelang peluncuran Freelander, tantangan tetap ada. Persaingan di pasar SUV listrik makin ketat dengan peluncuran kendaraan baru dari merek global lain seperti Tesla, BYD, Mercedes‑Benz, dan lainnya. Selain itu, perluasan merek baru seperti Freelander membutuhkan strategi pemasaran kuat, jaringan distribusi yang luas, serta dukungan layanan purna jual di berbagai negara.
Namun keunggulan kolaborasi Chery dan JLR yaitu kombinasi teknologi canggih, desain premium, dan pengalaman manufaktur memberikan basis yang kuat bagi Freelander untuk tumbuh sebagai merek global yang patut diperhitungkan.
Peluncuran merek baru Freelander merupakan langkah besar dalam sejarah kerjasama Chery dan Jaguar Land Rover. Dengan integrasi desain inovatif, teknologi tinggi, dan strategi ekspansi global yang agresif mulai dari Timur Tengah, Freelander diposisikan sebagai pesaing serius di pasar SUV modern dan kendaraan listrik masa depan.
