Januari 15, 2026

Sumber Terupdate untuk Pebisnis di Jakarta

AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional, Termasuk Lembaga PBB

AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional, Termasuk Lembaga PBB

Kompasjakarta.comAmerika Serikat membuat gebrakan diplomatik yang mengejutkan dunia dengan mengumumkan penarikan diri dari 66 organisasi internasional, termasuk lembaga-lembaga penting di bawah naungan PBB dan badan-badan terkait perubahan iklim. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait posisi dan pengaruh AS di kancah global, serta dampaknya terhadap berbagai isu multilateral.

Langkah ini diumumkan oleh Gedung Putih melalui pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa peninjauan terhadap keanggotaan organisasi internasional dilakukan untuk memastikan kepentingan nasional AS tetap terjaga. Menurut pemerintah AS, beberapa lembaga dinilai tidak lagi sejalan dengan prioritas strategis negara, terutama dalam hal efisiensi anggaran dan hasil nyata dari program-program internasional. Dampak geopolitik dari keputusan ini langsung menjadi perbincangan hangat di komunitas diplomatik. Sekutu AS di Eropa, Asia, dan Amerika Latin menyatakan keprihatinan atas potensi berkurangnya pengaruh Amerika di forum-forum internasional.

“Keputusan ini tentu akan mengubah dinamika diplomasi global, terutama dalam pengambilan keputusan di PBB dan badan-badan multilateralisme yang selama ini mengandalkan partisipasi AS,” ujar seorang diplomat Eropa yang meminta namanya tidak disebut.

Badan-badan iklim internasional juga mendapat sorotan utama akibat langkah ini. AS selama ini menjadi salah satu pendonor terbesar dalam program mitigasi perubahan iklim dan adaptasi energi terbarukan. Dengan mundurnya Amerika, sejumlah proyek di negara berkembang yang bergantung pada pendanaan AS terancam mengalami kendala, memicu kekhawatiran tentang perlambatan aksi global terhadap krisis iklim.

Selain itu, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan terkait keamanan dan stabilitas internasional. Beberapa analis menilai bahwa mundurnya AS dari lembaga-lembaga PBB dapat mengurangi efektivitas diplomasi kolektif, terutama dalam penanganan konflik regional, pengawasan senjata, dan bantuan kemanusiaan di zona konflik.

“Tanpa keterlibatan aktif Amerika, beberapa program perdamaian dan keamanan mungkin kehilangan momentum,” kata seorang pakar hubungan internasional di Washington.

Namun, pemerintah AS menekankan bahwa langkah ini bukan berarti negara meninggalkan komitmen global sepenuhnya. Sebaliknya, mereka menyebut akan fokus pada kemitraan bilateral yang lebih strategis dan proyek multilateral yang dinilai memberikan hasil konkret.

“Kami ingin memastikan setiap kontribusi AS memberikan dampak nyata bagi rakyat Amerika dan komunitas internasional,” ujar pernyataan resmi Gedung Putih.

Reaksi publik di dalam negeri cukup beragam. Beberapa kelompok mendukung langkah ini, menyebutnya sebagai upaya melindungi kepentingan nasional dan mengurangi beban finansial. Sementara yang lain khawatir keputusan ini bisa mengisolasi AS dari pengambilan keputusan global, melemahkan posisi diplomasi, dan memberi ruang bagi negara lain untuk mengisi kekosongan kepemimpinan Amerika.

Di sisi lain, komunitas ilmiah dan lembaga lingkungan internasional memperingatkan bahwa mundurnya AS bisa memperlambat aksi mitigasi perubahan iklim secara global. Program-program penelitian dan pengembangan energi bersih yang didukung pendanaan AS kemungkinan akan menghadapi hambatan signifikan.

Keputusan ini jelas menandai babak baru dalam hubungan internasional dan diplomasi Amerika Serikat. Dunia kini menunggu langkah-langkah berikutnya, termasuk bagaimana negara-negara sekutu akan menanggapi perubahan posisi AS, dan apakah negara lain akan mengisi kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan. Dengan mundurnya AS dari 66 organisasi internasional, peta pengaruh global dipastikan mengalami perubahan yang signifikan, menimbulkan tantangan baru bagi diplomasi multilateral dan kerja sama internasional di era modern.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.