BI Proyeksikan Inflasi Bengkulu Stabil di 2026, Jaga Pertumbuhan Ekonomi Optimal
Kompasjakarta.com – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi di Provinsi Bengkulu akan tetap stabil sepanjang tahun 2026. Prediksi ini disampaikan sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi yang optimal sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Gubernur BI Bengkulu, melalui rilis resmi, menegaskan bahwa stabilitas inflasi merupakan indikator penting untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kami memproyeksikan inflasi Bengkulu berada dalam kisaran yang terkendali di 2026, sehingga masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan harga kebutuhan pokok yang wajar,” ujarnya.
Inflasi yang stabil memberikan kepastian bagi para pelaku usaha dan investor. Dengan harga kebutuhan pokok yang tidak bergejolak, pelaku usaha dapat merencanakan produksi dan distribusi dengan lebih matang, sementara konsumen merasa aman dalam melakukan pengeluaran sehari-hari.
BI mencatat bahwa faktor penopang stabilitas inflasi di Bengkulu antara lain pengendalian harga bahan pokok, ketersediaan pasokan energi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dalam distribusi barang kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengawasan ketat terhadap harga-harga strategis seperti beras, minyak goreng, dan gas elpiji turut menjadi perhatian utama.
Selain menjaga inflasi, BI juga menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi. Proyeksi ekonomi Bengkulu di 2026 diperkirakan tetap positif dengan dukungan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata. Dengan stabilitas harga, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan peluang pasar dengan lebih optimal.
Dalam konteks daya beli, BI memastikan kebijakan moneter yang diterapkan akan seimbang, tidak hanya fokus pada inflasi tetapi juga memperhatikan kemampuan masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari. Langkah-langkah ini termasuk penyesuaian suku bunga secara hati-hati dan pengelolaan likuiditas di pasar keuangan.
Prediksi inflasi ini juga didukung oleh tren penurunan volatilitas harga pangan dan energi di tingkat nasional. Ketersediaan pasokan barang strategis yang mencukupi dan mekanisme distribusi yang efisien menjadi kunci bagi Bengkulu untuk mempertahankan stabilitas harga.
BI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam program-program strategis, termasuk pemantauan harga secara rutin, pemberdayaan pasar tradisional, dan edukasi masyarakat terkait pengelolaan keuangan. Dengan kolaborasi ini, masyarakat diharapkan lebih mampu merencanakan pengeluaran mereka dan menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi yang ada.
Selain itu, stabilitas inflasi memberikan efek positif terhadap investasi jangka panjang. Investor lokal maupun asing akan lebih percaya diri menanamkan modal jika harga kebutuhan pokok dan biaya produksi relatif stabil. Hal ini pada gilirannya mendukung penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Ekonom regional menyambut baik prediksi BI tersebut. Mereka menilai bahwa stabilitas inflasi yang dipertahankan dapat menjadi faktor penguat bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
“Jika inflasi terjaga, masyarakat memiliki kepastian ekonomi, pelaku usaha bisa mengembangkan bisnis, dan daerah dapat menarik investasi lebih banyak,” kata salah satu ekonom senior di Bengkulu.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap cermat dalam mengelola keuangan. Meski inflasi diprediksi stabil, fluktuasi harga tetap mungkin terjadi di beberapa sektor. Oleh karena itu, perencanaan keuangan pribadi menjadi kunci agar daya beli tetap terjaga.
Dengan proyeksi BI yang optimis, Bengkulu diharapkan dapat melewati tahun 2026 dengan pertumbuhan ekonomi yang solid dan stabilitas harga yang terjaga. Langkah-langkah ini menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat, mendorong UMKM berkembang, dan memperkuat ekonomi regional secara menyeluruh.
Prediksi inflasi yang stabil juga menjadi sinyal positif bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional. Dengan daerah seperti Bengkulu mampu menjaga keseimbangan harga dan pertumbuhan, tujuan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan semakin dekat tercapai.
Sebagai kesimpulan, BI menegaskan bahwa menjaga inflasi tetap stabil bukan sekadar angka, tetapi strategi menyeluruh untuk melindungi masyarakat, memperkuat ekonomi, dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi investasi serta pembangunan regional di Bengkulu pada 2026.
