Februari 19, 2026

Sumber Terupdate untuk Pebisnis di Jakarta

YouTube Down Secara Global, Situs hingga Aplikasi Mati Total

YouTube Down Secara Global, Situs hingga Aplikasi Mati Total

Kompasjakarta.comSitus dan aplikasi YouTube mengalami gangguan besar secara global pada tanggal 17–18 Februari 2026, menyebabkan jutaan pengguna di berbagai negara tidak bisa mengakses atau memutar konten video di platform berbagi video terbesar dunia. Laporan gangguan muncul dari Amerika Serikat, Inggris, India, hingga Indonesia, menimbulkan kekacauan digital yang berdampak luas pada pengguna dan pembuat konten.

Gangguan itu pertama kali dilaporkan terjadi pada malam hari (GMT) 17 Februari, ketika banyak pengguna di seluruh dunia mencoba membuka aplikasi atau situs YouTube dan mendapati layanan tidak responsif. Menurut situs pemantau gangguan Downdetector, dalam beberapa jam lebih dari 320.000 laporan masalah di Amerika Serikat saja dikirimkan oleh pengguna yang mengalami kendala akses.

Pesan error seperti Something Went Wrong atau halaman yang tidak termuat sering muncul ketika pengguna mencoba membuka beranda, memutar video, atau mengakses fitur lain seperti Shorts dan rekomendasi konten. Selain aplikasi mobile, versi web YouTube juga tidak dapat dimuat, membuat tampilan layar menjadi blank atau error bagi banyak orang yang mengandalkan platform ini sebagai sumber hiburan, informasi, atau bahkan pekerjaan sehari‑hari.

Pengguna di Berbagai Negara Keluhkan Layanan Tumbang

Di Indonesia, laporan gangguan muncul pada pagi hari 18 Februari 2026, ketika pengguna melaporkan bahwa mereka tidak bisa mengakses beranda YouTube maupun fitur lainnya melalui aplikasi maupun peramban (browser). Data dari Downdetector menunjukkan lonjakan laporan masalah sejak sekitar pukul 08.10 WIB, mencerminkan skala masalah yang terjadi secara simultan di berbagai wilayah.

Banyak warganet awalnya mengira kendala itu berasal dari koneksi internet mereka sendiri. Namun setelah pengecekan, ditemukan bahwa masalah justru terjadi pada server dan infrastruktur YouTube, karena layanan lain seperti media sosial dan situs lain tetap dapat diakses tanpa hambatan.

Keluhan serupa juga dilaporkan di Amerika Serikat dan Eropa, di mana pengguna melaporkan buffering tak berkesudahan, kegagalan pemutaran video, serta error saat mencoba log in ke akun YouTube. Jumlah laporan tertinggi yang dicatat menunjukkan bahwa gangguan ini termasuk kategori langka karena menyerang kedua platform utama sekaligus yaitu aplikasi dan situs web.

Dampak pada Kreator dan Pengguna Harian

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada pengguna individu, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan kreator konten, penikmat berita, dan pelaku industri digital. YouTube adalah platform penting bagi jutaan orang yang mengandalkan layanan ini untuk mencari informasi, menikmati hiburan, serta memperluas jangkauan konten kreatif mereka. Saat layanan mati total, video langsung atau livestream, upload konten baru, serta interaksi dengan audiens semuanya berhenti mendadak.

Beberapa kanal populer yang biasa menyiarkan konten langsung juga mengalami gangguan streaming yang memaksa mereka menunda acara atau berpindah ke platform cadangan sementara, seperti Facebook atau Twitch. Kejadian ini menyoroti betapa besarnya ketergantungan terhadap satu layanan dominan dalam ekosistem media digital saat ini.

Reaksi Pengguna & Media Sosial Ramai

Reaksi terhadap gangguan ini segera menyebar di media sosial. Banyak pengguna yang membanjiri platform seperti X (sebelumnya Twitter), Telegram, dan forum komunitas untuk melaporkan pengalaman mereka. Hashtag yang berkaitan dengan #YouTubeDown menjadi trending di berbagai negara, menunjukkan betapa luasnya dampak yang dirasakan.

Beberapa netizen juga mengunggah meme dan komentar lucu sebagai bentuk reaksi terhadap situasi ini, sementara lainnya merasa frustrasi karena tidak bisa mengakses konten favorit mereka atau video penting yang sedang mereka butuhkan untuk pekerjaan atau pendidikan.

Belum Ada Pernyataan Resmi dari YouTube/Google

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari YouTube atau perusahaan induknya, Alphabet (Google), tentang penyebab pasti gangguan, estimasi waktu pemulihan, atau langkah yang tengah diambil untuk memperbaiki layanan. Namun, banyak pemantau jaringan dan situs pelacak gangguan menyoroti bahwa masalah ini tampaknya bersifat luas dan berdampak pada jaringan utama YouTube secara global.

Para ahli teknologi menduga gangguan semacam ini kemungkinan besar berasal dari kesalahan konfigurasi server, masalah jaringan pusat data, atau gangguan sistem lainnya meskipun spekulasi tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak resmi.

Gangguan global yang melumpuhkan YouTube pada Jumat minggu ini menunjukkan betapa besar peran platform ini dalam kehidupan digital masyarakat modern. Ketika layanan utama berhenti secara tiba‑tiba, dampaknya terasa luas oleh jutaan pengguna di berbagai negara, baik dalam hal hiburan, pekerjaan, maupun kreativitas konten. Hingga kini, pengguna menunggu informasi resmi dari YouTube mengenai penyebab gangguan serta langkah perbaikan yang akan diambil.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.