Markas Scam Internasional Terbongkar di Sleman, Pakai Izin dari Jabar
Kompasjakarta.com – Kepolisian Sleman berhasil membongkar markas scam internasional yang beroperasi dengan modus baru penipuan daring. Kejadian ini mengejutkan warga karena lokasi markas berada di perumahan padat penduduk dan menggunakan izin palsu dari Jawa Barat, sekaligus mengontrak rumah warga sebagai kedok kegiatan ilegal.
Berdasarkan keterangan polisi, jaringan scam ini menargetkan korban dari berbagai negara. Mereka menggunakan platform digital untuk menipu, mulai dari investasi bodong, penjualan palsu, hingga penipuan online lintas negara. Agar kegiatan mereka sulit terdeteksi, para pelaku membuat markas di Sleman dan mengontrak rumah warga dengan dalih resmi.
“Kami menemukan dokumen izin yang mengatasnamakan pemerintah Jawa Barat. Ternyata palsu. Ini bagian dari strategi mereka agar terlihat sah dan menghindari kecurigaan,” jelas Kapolres Sleman.
Markas tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih, jaringan internet cepat, dan sistem komunikasi global yang memungkinkan koordinasi dengan pelaku di luar negeri. Polisi juga menyita perangkat komputer, server, dan dokumen digital sebagai barang bukti.
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama Polres Sleman, Direktorat Siber, dan kepolisian internasional. Investigasi dilakukan secara intensif selama beberapa bulan hingga akhirnya lokasi markas berhasil ditentukan. Polisi menegaskan, operasi ini bukan hanya membongkar lokasi, tetapi juga menindak jaringan yang selama ini merugikan warga di dalam dan luar negeri.
“Kami akan terus menelusuri aliran dana dan jaringan pelaku. Tidak hanya di Sleman, tetapi juga jaringan internasional yang terlibat,” tambah Kapolres.
Kegiatan scam ini sempat membuat warga resah. Banyak tetangga mengaku curiga terhadap aktivitas di rumah yang disewa pelaku, namun tidak menyangka bahwa itu terkait penipuan internasional. Polisi menyebut, keberadaan markas di tengah perumahan padat penduduk meningkatkan risiko bagi warga, sehingga pengungkapan kasus ini menjadi penting untuk keamanan lingkungan. Seorang warga yang rumahnya dikontrak pelaku mengaku terkejut.
“Kami pikir hanya orang baru ngontrak rumah biasa. Ternyata mereka menjalankan penipuan online skala besar. Sangat mengejutkan,” ujarnya.
Polisi telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka, yang kini menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu, aparat bekerja sama dengan pihak perbankan dan platform digital untuk menutup aliran dana dan menghentikan penipuan. Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi atau transaksi online yang mencurigakan.
“Jangan mudah percaya dengan iming-iming keuntungan besar dari platform asing atau pihak tidak dikenal. Selalu cek legalitas dan rekam jejak,” ujarnya.
Pengungkapan markas scam internasional di Sleman menjadi peringatan bagi masyarakat dan aparat. Dengan izin palsu Jabar, rumah warga dijadikan kedok, para pelaku menunjukkan kreativitas tinggi dalam melakukan penipuan digital. Namun kerja sama kepolisian, siber, dan internasional membuktikan bahwa modul kejahatan digital tetap bisa dibongkar. Kejadian ini juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap transaksi daring dan kewaspadaan terhadap modus-modus penipuan yang semakin canggih.
Polres Sleman menegaskan, mereka akan terus menindak tegas jaringan kriminal digital untuk melindungi warga dan menegakkan hukum, sekaligus mengirim pesan bahwa Indonesia tidak akan menjadi surga bagi penipuan internasional.
