Direktur Bisnis, Persela Harus Dikelola Layaknya Klub Profesional
Kompasjakarta.com – Direktur Bisnis Persela Lamongan, Pradita Aditya, kembali menegaskan bahwa manajemen klub sepak bola harus dikelola layaknya organisasi profesional modern, bukan sekadar struktur tradisional klub lokal. Pernyataan ini disampaikan menyusul serangkaian langkah strategis yang tengah dijalankan manajemen untuk memperkuat stabilitas klub, terutama di tengah kompetisi Pegadaian Liga 2 Championship 2025/2026 serta upaya menuju promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, Persela Lamongan memang menjalani masa transisi signifikan. Selain pengumuman pelatih baru di mana legenda sepak bola Indonesia Bima Sakti resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim Laskar Joko Tingkir manajemen juga mempercepat pembenahan dari sisi non‑teknis. Salah satu inisiatif utama adalah renovasi struktur organisasi, penataan operasional yang lebih efisien, serta pembenahan kantor operasional klub agar lebih mendukung aktivitas koordinasi dan manajemen tim secara profesional.
“Kami ingin menata Persela lebih modern dan dikelola secara profesional sebagai industri sepak bola,” ujar Pradita Aditya.
Ia menjelaskan bahwa strategi finansial dan operasional kini menjadi fokus utama, karena tanpa basis yang kuat di kedua aspek tersebut, klub akan kesulitan mencapai target jangka panjang seperti stabilitas performa kompetitif dan keberlanjutan finansial. Pradita menambahkan bahwa Persela sedang menjajaki kerja sama dan dukungan sponsor yang lebih luas sebagai bagian dari strategi bisnis. Sejumlah nama sponsor besar dikabarkan siap merapat, termasuk perusahaan nasional dan regional yang bisa memperkuat aspek pemasukan klub. Dukungan semacam ini dianggap penting untuk memperkokoh struktur pendanaan, sehingga Persela tak hanya mengandalkan pemasukan dari tiket atau hak siar semata.
Pendekatan profesional juga mencakup perencanaan operasional yang lebih matang, termasuk pengelolaan administrasi klub dengan standar yang lebih tinggi. Hal ini terlihat dari rencana kantor manajemen klub yang akan dilengkapi fasilitas pendukung operasional, menjadi pusat koordinasi untuk semua aktivitas Persela di luar lapangan. Langkah ini sejajar dengan visi klub untuk tampil lebih optimal sebagai entitas modern yang siap bersaing di tingkat nasional.
Persela tidak sendirian dalam menggalakkan profesionalisme manajemen klub. Banyak klub sepak bola di Indonesia dan dunia kini melihat bahwa football club management harus memperhatikan aspek transparansi finansial, akuntabilitas, serta strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, sehingga keberlanjutan tim tidak hanya bergantung pada prestasi di lapangan. Pengelolaan modern juga mencakup hubungan dengan suporter, media, serta pemangku kepentingan lain seperti sponsor dan pemerintah daerah.
Meningkatnya dukungan sponsor yang mulai merapat menjadi bukti bahwa Persela memiliki daya tarik bisnis yang kuat, meski kini berkompetisi di kasta kedua. Sponsor yang masuk dipandang bisa memperluas jaringan pendanaan klub, mendukung program promosi, meningkatkan kemampuan operasional tim, dan memperkuat citra klub di tengah basis bobotoh fanatik.
Profesionalisme manajemen juga diyakini akan memberikan efek positif pada aspek performa tim. Ketika struktur luar lapangan tertata rapi, termasuk dari segi keuangan dan dukungan operasional, tim pelatih dan pemain akan lebih fokus menjalankan strategi di lapangan. Ini penting karena Persela masih menargetkan promosi ke Super League musim depan. Visi tersebut bisa menjadi kenyataan jika semua lini, dari administrasi hingga teknis, bekerja secara sinergis.
Selain itu, pendekatan profesional dalam pengelolaan klub akan membuka peluang lebih besar bagi klub untuk mengembangkan brand value dan peningkatan pemasaran digital. Manajemen klub modern mengadopsi strategi pemasaran yang lebih terukur, termasuk pemanfaatan platform digital untuk engagement suporter, merchandise, dan konten kreatif. Semua itu menjadi bagian dari strategi bisnis yang matang agar klub bisa berkembang secara berkelanjutan.
Pesan tegas Direktur Bisnis Persela ini sejalan dengan tren global dalam industri sepak bola, di mana klub tidak hanya dinilai dari prestasi olahraga, tetapi juga kemampuan organisasi dalam mengelola sumber daya, finansial, serta hubungan dengan komunitas dan sponsor. Dengan menjalankan prinsip profesional, Persela Lamongan berharap mampu meningkatkan daya saing, memperkuat keberlanjutan finansial, serta memberikan performa terbaik yang membawa klub kembali ke puncak kompetisi tahun depan.
