5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
🗺️ 1. Ketegangan Global: AS Umumkan Paket Bantuan Militer Besar untuk Taiwan
Kompasjakarta.com – Berita paling mencolok hari ini datang dari Washington, di mana **Amerika Serikat secara resmi mengumumkan paket penjualan senjata senilai sekitar 11 miliar USD kepada Taiwan, termasuk sistem HIMARS, howitzer, drone, serta peluru berpandu canggih. Paket ini dikatakan sebagai salah satu bantuan militer terbesar yang pernah diberikan kepada Taipei dan dirancang untuk memperkuat kapabilitas pertahanan Taiwan di tengah kekhawatiran meningkatnya tekanan militer China.
Langkah ini disambut dengan hangat oleh pemerintah Taiwan sebagai dukungan signifikan terhadap stabilitas regional, namun China mengecamnya sebagai tindakan yang berpotensi merusak stabilitas kawasan dan pelanggaran terhadap prinsip satu China yang dijunjung Beijing. Ketegangan lintas Selat Taiwan diperkirakan akan meningkat lagi setelah pengumuman ini, karena Beijing melihat dukungan militer AS sebagai penguatan separatisme yang harus dihadapi.
Dari sudut pandang geopolitik, keputusan itu menegaskan kembali komitmen Washington pada sekutu-sekutunya di Indo-Pasifik, sekaligus menguji batas hubungan antara agen-agen besar dunia yang memiliki kepentingan bersaing di wilayah ini.
🇪🇺 2. Uni Eropa Debat Penggunaan Aset Beku Rusia untuk Ukraina
Di Brussels, para pemimpin Uni Eropa tengah terlibat perdebatan sengit mengenai rencana kontroversial untuk menggunakan sebagian besar dari €210 miliar aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung kebutuhan finansial Ukraina dalam jangka menengah (2026–2027).
Perdebatan ini menjadi inti dari KTT Dewan Eropa, dengan pendukung seperti Prancis, Jerman, dan Polandia menekankan kebutuhan untuk membantu Kyiv demi stabilitas regional. Sebaliknya, negara-negara seperti Hungaria dan Belgia mengutarakan kekhawatiran atas implikasi hukum dan risiko finansial jika Rusia menuntut ganti rugi melalui jalur internasional.
Rusia sendiri mengecam langkah tersebut sebagai bentuk perampasan dan memperingatkan kemungkinan balasan keras. Ketidakpastian ini mencerminkan kompleksitas bagaimana negara-negara Barat bisa membantu Ukraina tanpa memicu eskalasi yang lebih luas di arena hukum maupun geopolitik.
Inisiatif ini muncul di tengah intensifikasi perang Rusia–Ukraina yang terus memasuki tahun keempat, yang memaksa blok Barat mencari mekanisme pembiayaan baru untuk mempertahankan dukungan militer dan ekonomi bagi Kyiv.
🇬🇼 3. Krisis Politik di Guinea-Bissau: Tuduhan ‘Self-Coup’ oleh Presiden
Di Afrika Barat, situasi politik di Guinea-Bissau memanas. Presiden **Umaro Sissoco Embaló dituduh telah melancarkan apa yang disebut ‘self-coup’ upaya mengonsolidasikan kekuasaan melalui restrukturisasi pemerintahan di tengah ancaman kekalahan dalam pemilu.
Kekacauan ini menyebabkan pelarian Embaló dari negara itu, penahanan tokoh oposisi utama, dan pencarian perlindungan politik oleh kandidat lawan di kedutaan Nigeria. Observers internasional mengkhawatirkan bahwa langkah semacam ini memperlihatkan kegagalan demokrasi di wilayah yang telah sering diguncang kudeta. Embaló juga menghadapi tuduhan telah memasukkan Guinea-Bissau dalam jaringan perdagangan narkoba yang melintasi Atlantik, meskipun ia sebelumnya bekerja sama dengan usaha anti-narkoba internasional.
🇲🇩 4. Ekonomi Moldova: IMF Beri Penilaian Positif, Reformasi Masih Diperlukan
Dalam ranah ekonomi, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai bahwa ekonomi Moldova memiliki peluang pertumbuhan unik, terutama didorong oleh hubungan yang semakin dekat dengan Uni Eropa
IMF memperkirakan ekonomi Moldova akan tumbuh sekitar 2,7 % pada 2025, didukung oleh hasil panen kuat, investasi yang meningkat, dan konsumsi domestik yang pulih setelah perlambatan sebelumnya. Namun, organisasi tersebut menekankan pentingnya langkah reformasi struktural untuk memperkuat stabilitas jangka panjang serta mengatasi tantangan seperti defisit neraca pembayaran akibat tingginya impor energi.
Perdana Menteri Moldova telah menyatakan minat untuk menjajaki program IMF berikutnya, menandakan prospek kerjasama lebih lanjut untuk memperdalam reformasi ekonomi.
🇺🇸 5. Operasi Militer AS dan Politik Domestik di Amerika Serikat
Terakhir, dari Amerika Serikat, militer AS melaporkan telah melakukan serangan mematikan di Samudera Pasifik terhadap sebuah kapal yang diklaim terlibat dalam jaringan narkoba, menewaskan empat orang. Operasi ini menjadi bagian dari kampanye luas yang dikaitkan dengan pengetatan keamanan maritim yang dipimpin oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sementara itu, Trump juga menyampaikan pidato nasional yang mencampurkan isu kebijakan luar negeri dan domestik, termasuk pengumuman bonus khusus untuk anggota militer. Di sisi legislatif, Ketegangan antara partai politik terus berlanjut di Kongres, khususnya terkait perpanjangan subsidi kesehatan.
