Februari 16, 2026

Sumber Terupdate untuk Pebisnis di Jakarta

Kementrans Dukung UGM Percepat Inovasi Pengembangan Ekonomi

Kementrans Dukung UGM Percepat Inovasi Pengembangan Ekonomi

Kompasjakarta.comUniversitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans) semakin memperkuat kolaborasi strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi melalui pendekatan inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong transformasi wilayah transmigrasi menjadi daerah yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan beberapa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak UGM dan Kementrans pada 14 Mei 2025 di Kampus UGM Jakarta. Penandatanganan ini disaksikan langsung Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, serta Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, yang menegaskan komitmen kedua institusi dalam pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dalam sambutannya, Menteri Transmigrasi menekankan bahwa transmigrasi harus berfungsi bukan sekadar sebagai program relokasi penduduk, tetapi juga sebagai strategi untuk mengembangkan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan akan membuka peluang besar bagi kawasan yang selama ini dianggap kurang berkembang.

Sementara itu, Rektor UGM menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi universitas untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional melalui riset terapan dan pemberdayaan masyarakat. UGM berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya berbasis akademis tetapi juga aplikatif di lapangan. Fokus utamanya mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dukungan teknologi pertanian dan hilirisasi produk unggulan lokal, serta pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan transmigrasi.

Salah satu implementasi nyata dari kerja sama ini adalah melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM yang melakukan pengkajian potensi komoditas unggulan di beberapa kawasan transmigrasi seperti Muara Sahung (Bengkulu), Hialu (Konawe Utara), dan Muting (Merauke). Tim ini memetakan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan yang memiliki potensi ekonomi tinggi, serta merumuskan rekomendasi strategi pengembangan yang berbasis data dan kondisi lokal.

Penelitian dan kajian tersebut melibatkan pendekatan inovasi teknologi sederhana hingga lanjutan, yang fokus pada peningkatan produktivitas hasil pertanian, pengembangan rantai nilai, serta pangkas biaya melalui penerapan praktik modern dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, hasil hortikultura, dan produk lokal lain disebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk berdaya saing tinggi.

Selain riset, program pemberdayaan masyarakat transmigrasi juga mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan fasilitas untuk menghubungkan produsen lokal dengan pasar yang lebih luas. Hal ini dilakukan agar masyarakat transmigrasi tidak hanya mampu memproduksi hasil unggulan tetapi juga bisa mengelolanya menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi.

Kementrans sendiri telah menerjunkan ribuan anggota Tim Ekspedisi Patriot ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini melibatkan akademisi, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai universitas, termasuk UGM, guna memberikan rekomendasi solusi nyata dalam mengatasi masalah lokal dan merancang strategi pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah tetapi juga membuka peluang bagi pihak swasta dan organisasi internasional untuk ikut serta dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Integrasi teknologi, riset, dan pemberdayaan komunitas menjadi prinsip utama dalam kerja sama ini, dengan tujuan akhir menciptakan kawasan transmigrasi yang tidak hanya layak huni tetapi juga berdaya saing tinggi di kancah ekonomi nasional.

Dengan dukungan program inovatif dan pendekatan berbasis data, UGM dan Kementrans optimis bahwa kawasan transmigrasi akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, meningkatkan produktivitas lokal, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.